Koordinasi dan Sosialisasi Teknologi PM-AAS Perkuat Upaya Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kediri
Upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan terus diperkuat melalui penerapan inovasi teknologi pertanian modern. Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, peningkatan produktivitas pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Salah satu inovasi yang terus didorong adalah penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), sebuah model budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi pertanian maju guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta optimalisasi penggunaan sarana produksi. Melalui penerapan teknologi ini, produktivitas padi diproyeksikan meningkat dari rata-rata sekitar 5,6 ton per hektare menjadi minimal 10 ton, bahkan berpotensi mencapai 12,4 ton per hektare.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program tersebut, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pemanis dan Serat (BRMP TAS) selaku penanggung jawab pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Upaya Peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan Sosialisasi Teknologi PM-AAS. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus meningkatkan pemahaman para penyuluh dan pemangku kepentingan terhadap penerapan teknologi pertanian modern dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Ir. Un Achmad Nurdin, M.M., Tim BRMP Tanaman Pemanis dan Serat selaku PJ swasembada pangan Kota Kediri, Koordinator Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Kota Kediri Badrun Najad, S.P., para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), perangkat kelurahan, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Pada kesempatan tersebut, Ardiansyah, SST dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur hadir sebagai narasumber dan memaparkan konsep penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Ia menjelaskan bahwa PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi berbasis modernisasi yang mengedepankan mekanisasi, pemanfaatan teknologi presisi, penggunaan benih unggul, serta pengelolaan budidaya yang lebih efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Kediri, Ir. Un Achmad Nurdin, M.M., dalam arahannya menekankan pentingnya memperkuat kekompakan, koordinasi, dan sinergi seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan dalam mendampingi petani. Menurutnya, keberhasilan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) dan peningkatan produksi pangan tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kolaborasi yang solid antara penyuluh, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dalam mengawal implementasi teknologi PM-AAS di lapangan sehingga mampu mempercepat peningkatan produktivitas padi, mendukung pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT), serta memperkuat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Kota Kediri.